|
Welcome to the Frontpage
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 05 December 2009 14:56 |
  Sebuah bentukan pola visual yang luar biasa yang dapat memotong dan menyelinap langsung dengan cepat ke dalam perhatian dan pikiran orang-orang yang melihatnya seperti sebuah silet yang sangat tajam. Terbentuk resmi pada tanggal 17 November 2007 di Bandung Jawa-Barat. C.U.T.S. digalangi oleh: Itta, Dani, Ykha dan Upit. Konsep bermusik C.U.T.S : jenis musik yang ditemukan pada akhir tahun 70-an, dan mempunyai hubungan yang dekat dengan jenis musik post-punk serta pengabungan dari media digital dan analog yang menghasilkan keselarasan nada yang enak didengar, jenis musik ini popular di era 90an akhir. Dan awal tahun 2000. Inspirasi bermusik ini akan diperkenalkan oleh C.U.T.S untuk masyarakat luas di Indonesia setelah kiprah sukses mereka menjadi salah satu finalist terbaik di L.A. LIGHTS INDIEFEST 2008. Single perdana : BERINGAS yang merupakan bentuk kreativitas mereka bahwa yang didasari oleh semua orang bisa berkarya dalam bentuk apapun. Semua orang berhak mengkritik tapi jangan mematikan, itulah konsep pemberontakan C.U.T.S didalam lagu tersebut. Konsep single video clip BERINGAS konsep lagu tersebut menjadi sebuah refleksi untuk kalangan tua dan muda, janganlah kita menekan orang yang posisinya lemah dari kita, BULLYING adalah cerminan negatif yang sudah mengakar di kehidupan ini, BULLYING DIE adalah konsep video klip BERINGAS. C.U.T.S dalam penggarapan image band single ditagani oleh manajemen myOyeah musik yang bekerjasama dengan Lill Fish Records dan didukung sepenuhnya oleh Universal Music Indonesia untuk distribusi dan promosi lagunya. |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 05 December 2009 14:50 |
|
  The Changcuters dibentuk di Bandung pada tahun 2005. Personelnya adalah Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer).
Berdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang teman sekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erik, yang juga teman Qibil main band saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal dari nama seorang sahabat, Cahaya, yang popular di mata mereka lantaran lucu. Pada bulan Agustus 2006 mereka merilis album Mencoba Sukses secara indie dengan bantuan Uki Peterpan, namun tak seperti harapan yang dituangkan di judul albumnya, album ini kurang sukses di pasaran. Keberuntungan mereka mulai nampak setelah mereka digaet Sony-BMG pada tahun 2008. Pada tahun yang sama mereka merilis album Mencoba Sukses Kembali dengan singel andalan seperti Racun Dunia, I Love U Bibeh dan Hijrah Ke London. Album ini sukses berat dan setelah itu mereka pun laris di luar bidang musik. Selain bintang iklan, The Changcuters juga sempat membintangi film layar lebar berjudul Tarix Jabrix. Tahun 2009 ini The Changcuters akan merilis album keduanya yang berjudul The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam. |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 05 December 2009 14:44 |
|
  The Upstairs dibentuk pada bulan Oktober 2001 di Jakarta oleh Jimi Multhazam (vokalis) dan Kubil Idris (gitar) dengan pengaruh musikal dari band-band new wave seperti A Flock Of Seagulls, Devo, Depeche Mode, hingga Joy Division. Menyusul bergabung beberapa bulan kemudian, seorang drummer band metal bernama Beni Adhiantoro dan belakangan bassist Alfi Chaniago. Kebetulan kesemuanya adalah mahasiswa Institut Kesenian Jakarta. Awal 2002 The Upstairs merilis ep bertitel Antahberantah secara do-it-yourself dalam format kaset dan CD yang ludes 300 keping dalam waktu singkat. Ini dilanjutkan dengan serangkaian live performances mereka di Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.
Selain karena ciri musikal mereka yang danceable, lirik-lirik lagu yang implisit dan jenial, The Upstairs juga terkenal karena kharisma frontman mereka, Jimi Multhazam yang eksentrik dan pandai bersilat kata jika sedang manggung. Uniknya, style musik yang diusung The Upstairs ini telah jauh lebih dulu muncul sebelum ledakan global new wave revivalist yang dipopulerkan band-band seperti Franz Ferdinand, The Killers, The Bravery, Kaiser Chiefs, Bloc Party dan sebagainya. Pendeknya, The Upstairs memang bukan band yang mengekor trend musik global, mereka justru ikut membidaninya. Sebuah hal yang cukup langka di tanah air ini.
Setelah melalui serangkaian reformasi dalam line-up, kini formasi tersolid The Upstairs adalah Jimi Multhazam (vocals), Kubil Idris (guitar), Beni Adhiantoro (drums), Alfi Chaniago (bass & keyboards), Elta Emmanuella (keyboards & synths) dan Dian Maryana (backing vocal).
The Upstairs merilis debut CD mereka yang bertitel Matraman di bawah independen label Sirkus Rekord pada tanggal 14 Februari 2004. Tepat di malam Valentine tersebut mereka menggelar pula record release party di BBs Bar, Menteng, Jakarta. Acara pesta rilis album itu kemudian tercatat sebagai gig paling ramai yang pernah diselenggarakan di bar sempit namun legendaris tersebut. 100 keping CD Matraman pun ludes dalam hitungan dua jam saja di acara tersebut.
Sebulan kemudian The Upstairs merilis video musik singel pertama mereka Apakah Aku Berada Di Mars atau Mereka Mengundang Orang Mars yang disutradarai The Jadugar (Sutradara Terbaik MTV Indonesia Awards 2003) di MTV Indonesia. Singel ini juga menerima heavy rotation airplay dan sempat menduduki posisi teratas di berbagai charts stasiun radio di pulau Jawa selama beberapa minggu. Begitu pula halnya dengan singel kedua Matraman yang rilis dua bulan kemudian.
Dua singel tersebut menjadi indie hits dan mengakibatkan album Matraman diburu banyak orang. Sayangnya, keterbatasan distribusi indie label membuat album ini sulit didapatkan di pasaran. Untuk menanggulangi permintaan yang meninggi, bulan Agustus 2004 album Matraman dirilis dalam format kaset dengan distribusi nasional via label RNB. Album debut yang menuai banyak pujian dari kritikus lokal ini kemudian oleh majalah MTV Trax ditetapkan sebagai salah satu The Best Indie Album 2004. Majalah HAI di akhir tahun 2004 bahkan memilih The Upstairs sebagai The Best Indie Band 2004.
Seiring dengan demam Matraman di Jakarta, The Upstairs pun makin sering tampil di berbagai pentas seni (pensi) yang digelar SMA-SMA di Jabotabek bersama artis-artis papan atas Indonesia. Nyatanya, semua panggung Pensi SMA bergengsi di Jakarta telah dijelajahi oleh band ini. Akibatnya, Februari 2005 Majalah HAI kemudian memilih The Upstairs sebagai salah satu Band Raja Pensi 2005. Sebuah konser tunggal The Upstairs yang digelar 9 Januari 2005 di De Basic Bar, Jakarta juga menuai sukses besar. 500 tiketnya sold-out hanya dalam waktu 2 jam saja. Fan base The Upstairs pun kian berkembang dan bertambah banyak setiap harinya.
Maret 2005 The Upstairs diminta oleh FFWD Records untuk berpartisipasi di album soundtrack film Catatan Akhir Sekolah bersama Mocca, Seringai, Pure Saturday dan sebagainya. Di album ini The Upstairs menyumbangkan singel terbaru mereka yang berjudul Gadis Gangster. Teramat padatnya jadwal tur konser ke Surabaya, Malang, Jogjakarta, Semarang dan kota-kota lainnya di Jawa mengakibatkan proses penggarapan album baru The Upstairs tersendat-sendat.
Hampir sebagian besar waktu The Upstairs di tahun 2005 dihabiskan di atas panggung. Bermaksud melangkah ke level selanjutnya, The Upstairs menyebarkan demo empat lagu baru mereka ke berbagai label rekaman terkemuka Indonesia untuk membuka kemungkinan bekerjasama. Gayung bersambut, seorang sohib lama yang kemudian bekerja sebagai A&R Warner Music Indonesia, Agus Sasongko, menawarkan kontrak eksklusif bagi The Upstairs.
Akhirnya, pada 19 September 2005 The Upstairs resmi teken kontrak satu album dengan major label Warner Music Indonesia. Proses rekaman album terbaru telah dilakukan sejak Desember 2005 hingga Februari 2006 di Studio Aluna, Kemang yang dimiliki komposer tenar Erwin Gutawa. Proses mixing sendiri dilakukan di Studio A System dengan sound engineer maestro musik elektronik, Andy Ayunir dan mastering oleh Hok Laij di Musica Studio. Album ini rilis Maret 2006.
Keyboardist Elta Emanuella pada tanggal 7 Oktober 2007 secara resmi mengundurkan diri dari band karena ingin melanjutkan studinya di luar negeri. Akhirnya setelah lebih dari setahun menjadi lima sekawan, THE UPSTAIRS pada akhir November 2008 memutuskan untuk melantik additional keyboardist Adink Permana sebagai personel keenam mereka. Mantan gitaris Klarinet sekaligus pianis Tantrum ini mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Elta Emanuella.
Adink pertama kali membantu pementasan The Upstairs pada bulan November 2007 di sebuah program televisi nasional bertajuk “Let’s Dance.” Masih di bulan yang sama Adink juga ikut membantu proses rekaman 12 lagu baru di album penuh ketiga The Upstairs yang bertitel Magnet! Magnet! di dE Studio, Jakarta.
Setelah bergabungnya seorang keyboardist tetap ke dalam band akhirnya line-up The Upstairs selengkapnya sekarang terdiri dari Jimi Multhazam [vocal], Andre Kubil Idris [gitar], Beni Adhiantoro [drums], Alfi Chaniago [bass & synth], Dian Maryana [backing vocal] dan Adink Permana [keyboardist]. Akhir Maret 2009 The Upstairs merilis album penuh terbaru mereka sejak 2006 yang bertitel "Magnet! Magnet!" di bawah label Magnet Music/Demajors. |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 05 December 2009 14:40 |
 Sekelompok remaja yang bernyanyi dengan jujur dan lugas seperti layaknya remaja saat ini. Background musikal tinggi dari orang tua mereka, VIERRA bernaung di bawah label Musica Studio’s. Diproduseri oleh produser handal yang pernah mensukseskan Peterpan, Nidji, & d’Masiv, Noey dan Capung. Vierra yang dimotori Kevin, yang notabene adalah putra dari komposer Adie MS, memilih menulis dan memainkan lagu-lagu yang sesuai dengan hati mereka.Hal itu terlihat dari judul single pertama, "Dengarkan Curhatku" yang terdapat di album perdana mereka(vierra), My First Love (2009). Sebuah lagu yang tulus dari dalam hati mereka.(vierra) Benar-benar tentang kejadian sehari-hari yang mereka alami sendiri. Para Personel, Anggota Viera Band. BAND Vierra yang akhirnya menelurkan album perdananya itu pun sukses setelah berjodoh lewat Friendster .Perjumpaan Trian (drum), Kevin (kibord), Widi (vokal) dan Raka (gitar) dimulai dari persahabatan sang drummerm dan kibordis. Tak lama mereka mengenal Raka lewat Friendster. Raka yang mengenalkan Widi kepada personel lainnya lewat jaringan persahabatan tersebut. “Awalnya memang dari Friendster. Kita semua kenalan dari Friendster dan akhirnya sampai sekarang,” ujar Widi sang vokal Vierra. Saat ini Band Vierra telah merilis album perdana dengan tajuk ‘First Love’. Mereka pun mengeluarkan ‘Dengarkan Curhatku’ sebagai single andalan band itu.
Veirra band sepakat untuk memilih jalur Power Pop Disney untuk berkarya. Nuansanya benar-benar Disney banget. Tapi bukan berarti ngikutin. Dari segi aransemen kita banyak menggabungkan unsur keanekaragaman selera musik kita juga,” tutur Kevin sang keybord grup band asal kota Hujan Bogor ini.Setelah beberapa bulan bersama, Vierra Band pun masuk studio dan menggarap album tersebut selama tiga bulan.“Power Pop itu titik tengah aliran musik kita berempat. |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 05 December 2009 14:38 |
 Cikal bakal Band Rocket Rokers dimulai dengan nama Immorality President pada tahun 1998 dan di tahun 1999 lah nama Rocket Rockers ( RoRo ) mulai di pakai. Band yang pada mulanya sering menjadi pengisi acara malam kesenian anak SMA dan acara para skaters ini telah mengeluarkan 3 album yang masing-masing berjudul Soundtrack For Your Life ( 2002 ), Ras Bebas ( 2004 ) dan Hari Untukmu ( 2009 ). Salah satu Prestasi Band Rocket Rockers yang membanggakan adalah mereka menjadi satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making” dan bergabung dengan band-band besar di dunia lainnya seperti NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Years dll.
Sebagai ucapan terima kasih atas kesetiaan fans mereka, Rocket Rokers membuat website resmi agar para fans mereka bisa berinteraksi secara langsung dan mengetahui perkembangan band kesayangan mereka ini secara lebih dekat. Dari informasi yang bisa kita lihat dalam website resmi mereka, Rocket Rockers sedang mempersiapkan album baru ke 4 disela-sela padatnya jadwal manngung mereka. Permintaan download lagu baru Band Rocket Rockers juga mengalami peningkatan yang cukup pesat dari waktu kewaktu. Hal tersebut karena didukung dengan beberapa penampilan Rocket Rockers pada acara musik Nasional seperti “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, dan “On The Spot” Trans7. Ok deh untuk melengkapi tulisan mengenai Profil perjalanan Rocket Rockers, Achiles akan menghadirkan lirik salah satu lagu Rocket Rockers yang berjudul Ingin Hilang Ingatan |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |
Copyright © 2012 www.tulatulit.comuv.com. All Rights Reserved.
|
|
Who's Online
We have 1 guest online
Advertisement
Joomla!
Joomla! The most popular and widely used Open Source CMS Project in the world.
JoomlaCode
JoomlaCode, development and distribution made easy.
Joomla! Extensions
Joomla! Components, Modules, Plugins and Languages by the bucket load.
Joomla! Shop
For all your Joomla! merchandise.
|